Cinta adalah sebuah perasaan hati.
Untuk saling mengerti, memahami,
memberi dan menerima. Dengan
tulus dan apa adanya.
Cinta takkan butuh balas budi. Cinta
takkan butuh rasa malu. Yang cinta
butuhkan hanyalah saling terbuka.
Tak perlu ada kebohongan. Tak perlu
ada tipu daya. Karena cinta yang
sebenarnya adalah saat hati mampu dan bersedia untuk menerima kekasih
dengan apa adanya. Tak ada
tuntutan. Karena hanya perlu
penyerasian. Tak perlu reinkarnasi.
Karena hanya butuh penyelarasan.
Jika kau menuntutnya untuk menjadi
seseorang yang ada dalam hayalmu.
Itu bukanlah cinta. Itu hanya rasa
ego. Yang kan terus menyeretmu
pada keinginan tuk mendapatkan
kesempurnaan. Sedangkan sampai kapanpun kau takkan mampu
temukannya.
Jika kau mengharap kererasian dan
kau coba membawanya pada jalur
harapanmu. Dengan tanpa tuntutan,
tanpa paksaan dan kau mampu
menerimanya, dengan apa adanya,
itulah cintamu yang sebenarnya.
Karena kau dan dia berbeda. Kau
perlu mengingatnya. Takkan pernah
bisa sama. Karena semua memang
takkan pernah sama. Cinta lah yang
kan menyatukan perbedaan itu.
Cintalah yang kan membuatmu sempurna dengan kehadirannya.
Karena kau sendiri takkan pernah
bisa sempurna. Begitupun
dengannya. Ia takkan pernah bisa
sempurna. Tapi denganmu.
Bersamamu. Kau, ataupun dia kan
dapat temukan kesempurnaan dalam kebersamaan. Berdua. Bersama
cinta.
Lalu, bukankan satu kesalahan yang
besar, jika kau menuntut
kesempurnaannya? Bukankah satu
kebodohan jika kau mengharap ia
menjadi seperti mimpimu?
Buka matamu. Tataplah pada nyata
yang ada di hadapmu. Jangan kau
terus hanyut dalam segala bentuk
mimpi dan hayal di benakmu. Mimpi
tak selamanya nyata. Hayal tak
selamanya ada.
Biarkan segala perbedaan itu ada.
Karena sungguh, perbedaan itu
indah. Perbedaanlah yang kan buat
kau membutuhkannya, seperti
layaknya ia yang kan butuhkanmu
karena perbedaan itu.
Bayangkan jika kau dan ia sama.
Apalagi yang kau butuhkan darinya?
Sedangkan kau sendiripun milikinya?
Apa yang kan kau harapkan darinya?
sedangkan kau sendiripun mampu
merengkuhnya?
Takkan pernah ada lagi rasa takut
kehilangan. Takkan pernah ada lagi
rasa ingin memiliki. Yang tertinggal
hanya rasa hampa. Dan itu kan
sangat menyiksa.
Ada banyak hal tentang cinta. Yang
kan tumbuh dan bersemi di taman
hati.
Cinta yang paling agung adalah rasa
cinta pada sang pencipta. Yang
Maha Esa. Yang telah melahirkan
cinta. Sumber dari segala sumber.
Maha dari segala maha. Dan murni
dari segala murni. Karena Ialah yang telah menciptakan cinta, dan
menanamkannya di dasar terdalam
sanubari kita.
Tanamkan. Letakkan rasa cinta
tertinggi hanya untuk-Nya. Tanpa
rasa ragu. Karena apalah artinya diri
ini tanpa-Nya. Apalah arti segala cinta
ini tanpa-Nya.
Terkadang kita melupanya. Kita
hanya larut dan hanyut pada nada-
nada cinta yang terus mengalun
merdu dan membawa kita pada
keindahan rasa. Kita hanya terus
terlena pada aroma cinta yang terus menyerbak dan melupakan segala
sakit di dada. Segala sepi di dada.
Tapi sungguh, itu hal yang sangat
salah. Akankah kita menikmati cinta
yang tengah tumbuh dan melupa
siapa penanamnya? Haruskah kita
hanya mendengar alunan nada-nada
itu saja, sedangkan kita lupa siapa yang tengah memainkannya?
Kembalilah. Kembalilah pada rasa
yang semestinya. Cintai Tuhanmu
pada titik paling dasar di hatimu.
Agungkan ia hingga titik tertinggi rasa
cintamu. Jika kau tlah melakukannya,
rasakan. Rasakan betapa damainya hatimu. Betapa indahnya rasa cinta
itu. Dan kan kau temukan,
bagaimana rasa cinta yang
sesungguhnya.
Cinta yang paling murni adalah cinta
pada keluarga. Karena takkan ada
pamrih. Takkan pernah ada rasa
balas budi, dan takkan pernah ada
rasa tuntutan untuk berubah atau
menjadi satu sosok hayal di negeri imaji.
Tuangkan rasa cinta itu untuk
keluarga. Pada orang tua. Saudara.
Karena hanya merekalah yang paling
mengerti tentang kita. Yang paling
menyayangi kita dan takkan pernah
ada yang bisa melampauinya.
Pernahkah kau hitung seberapa besar
rasa cinta yang kan kau dapatkan
darinya? Satu gelas? Satu bak? Satu
kolam? Atau sebanyak lautan?
Jangan pernah mencoba tuk
melakukannya. Karena hingga kau
terus mencoba menghitungnya,
semakin banyaklah rasa cinta yang
takkan mampu kau menghitungnya.
Cintanya takkan pernah berbatas. Karena cintanya takkan pernah bisa
lenyap. Dari saat kau buka mata tuk
pertama kalinya. Hingga kau kan
tutup matamu tuk terakhir kalinya.
Dan cinta yang paling indah adalah
cinta pada hal, sesuatu atau
seseorang yang terkasih dan begitu
dekat dengan hati kita.
Biarkan. Dan berikan rasa cinta itu
untuknya. Karena kan kau temukann
damai di hatimu. Kan kau temukan
kehangatan di dadamu. Bukan hanya
tuk sementara. Tapi kan terus ada,
menyatu bersama ragamu, hingga kau tak mampu lagi merengkuhnya.
Sirami. Dan rawatlah rasa cinta itu di
hatimu. Karena kau kan
membutuhkannya. Karena kau
takkan pernah bisa tanpanya.
Cintanyalah yang kan buat kau
menjadi lebih dari sebelumnya.
Cintanyalah yang kan buat kau
semakin menjadi lebih berarti. Dan
hidupmu, kan terasa lebih indah
bersamanya.
Online : 1 user Hari ini : 1 user Bulan ini : 1 user Total : 402 Visitor