pacman, rainbows, and roller s


Translate This Page...
Kata Mutiara Cinta 6
Cintailah ia apa adanya. Dengan segala kebaikan, kelebihan dan kekurangannya. Tak ada yang abadi. Tak ada yang kekal. Tapi rasa cinta yang tulus, rasa cinta yang abadi, kan terus mengalir dan menyatu bersama hati, sampai satu saat nanti. Sampai mati.
Tak ada yang sempurna. Tak seorangpun yang mampu memiliki segalanya.
Ingatlah. Diatas langit masih ada langit. Dibawah tanah, masih ada tanah.
Jikapun kita mencintainya karena berharap pada kecantikannya, kan kau temukan lagi yang lebih cantik darinya. Jika kau mencintainya karena kekayaannya, kan kau temukan lagi yang lebih kaya daripadanya. Mungkinkah kita takkan tergoda, sedangkan cinta lain menggodanya?
Hati yang dipenuhi oleh nafsu, takkan pernah bisa merasakan satu kepuasan. Satu kebahagiaan yang sejati. Kan selalu ada rasa kurang, kurang dan selalu berharap yang lebih. Sampai kapan? Sampai kapan kau kan temukan batas dari segala harapmu?
Cobalah. Coba bangun cintamu dengan sebenar-benar cinta. Cinta yang benar-benar lahir dari hati. Lubuk hati yang terdalam. Bukan dari mata, telinga, bibir atau sentuh tanganmu.
Karena kan kau temukan satu kebahagiaan yang kan kau rasakan di hatimu. Bukan hanya untuk hari ini, ataupun esok. Tapi untuk selamanya.
Jadikan hatimu sebagai sahabat dari perjalanan hidupmu. Jadikan hati sebagai sandaran dan jawaban dari segala pertanyaan dan ketidakmengertianmu. Karena hati takkan pernah mendustaimu. Karena hati adalah sumber dari segala kepastian.
Percayalah. Kan kau dapatkan cinta yang sesungguhnya jika kaupun memulainya dengan kesucian hatimu.
Cinta yang suci terlahir dari hati yang suci. Dan cinta yang palsu terlahir dari hati yang dipenuhi nafsu.
Lalu, cinta mana yang kau harapkan?
“ Cintailah ia dengan sebenar-benar cinta. Karena cinta sebenarnya kan bawamu pada harap dan mimpimu.”

“ Cinta sejati terlahir dari hati. Bukan pada mata yang menatap. Bukan dari telinga yang mendengar, bukan pula dari bibir yang berucap. Karena cinta sejati adalah cinta yang hadir dari matinya semua indra, kecuali rasa.”
Persinggahan Cinta
Saat cinta tlah melewati pada batas persinggahan pertamanya. Cinta kan melangkah pada persinggahan keduanya. Persinggahan kedua dari perjalanan cinta adalah rasa mengharap, menghayal dan memimpi.
Saat mata tlah bertemu mata. Saat hati tlah menyambut hati, kan kau rasakan rasa pengharapan itu di hatimu. Kau kan berharap tuk disapanya, ditatapnya, bahkan di dekatinya.
Hatimu kan berharap tuk mampu dekatnya. Bila mungkin disentuhnya. Inilah cinta. Jika kau mulai merasakannya, benih cinta tlah mulai tumbuh di taman hatimu.
Kan kau temukan satu rasa yang begitu indah, yang begitu berbunga di lubuk hatimu. Senyummu kan mulai terlihat, detak jantungmu kan smakin rapat terdengar. Jika bukan cinta, apa yang sedang kau rasakan?
Disinilah. Saat inilah cintamu kan mulai berkembang. Kan mulai tumbuh dari tunas kecil yang kan berubah menjadi bunga. Saat inilah cintamu mulai tumbuh menjadi kepongpong yang kan berubah menjadi kupu-kupu.
Biarkan saja. Nikmati segala rasa yang mengalir di hatimu. Nikmati manisnya. Nikmati keindahannya. Karena kan kau rasakan hidupmu yang menjadi lebih hidup.

Dan sadar ataupun tidak, rasa itu kan berubah menjadi hayal. Secara perlahan. Kan kau rasakan segala hayal yang mulai muncul dan menari- nari di otakmu, di fikiranmu, di dunia imajimu.

Kan kau rasakan hayal itu selalu. Dan selalu. Di setiap waktumu. Di setiap harimu. Di setiap detikmu. Andai ia menghampirimu, menyapamu, dengan senyum manis yang mengembang dari sudut bibirnya. Atau mungkin menyentuh tanganmu. Andai….

Kan kau temukan senyum yang begitu saja mengembang di bibirmu. Sendiri. Dengan sendirinya.
Bukanlah satu hal yang indah, jika kau mulai hanyut dalam dunia hayalmu. Karena dengan hayalmu, segalanya kan menjadi mungkin. Tak ada yang tak mampu kau lakukan jika kau tengah berada pada dunia hayalmu.

Saat ini, daun-daun dari pohon cintamu mulai tumbuh. Yang mulai mekar dan berkembang bersama hijaunya. Subur dan tak kekurangan.

Jangan pernah takut dan enggan tuk berhayal. Meski hanya sekedar hayal. Karena hayal adalah nyawa baru tuk hidupmu. Satu sisi lain dari hatimu. Meski kau pun tak perlu terlalu lama berada di dunia hayalmu. Karena yang ada dihadapmu adalah dunia nyata. Dunia yang apa adanya. Yang kan berjalan dengan dan tanpa andai ataupun jikalau.

Andai, jikalau, hanya kan menjadi sebuah kata yang bisa digunakan pada hayalmu. Tak untuk dunia nyatamu. Kembali sadarkan fikiranmu. Lekas lupakan segala hayal itu. Tatap nyata yang ada di hadapmu. Lakukan sesuatu. Jangan biarkan kau tersesat pada hayal dan mimpimu.
Ketika cinta tlah bawamu pada harap dan hayal, ia kan kembali buaimu dalam dunia mimpi.

Segala keindahan mimpi kan hadir pada lelapmu. Di setiap malam- malammu. Bayangannya kan terus menghantuimu. Menari-nari di otakmu. Yang kan rampas segala kebebasan berfikirmu.

Kan kau rasakan kegelisahan itu. Dan rasanya, ketenanganmu kan mulai semakin hilang. Hanya karena kehadirannya yang terus terlukis di fikirmu. Kau kan mulai merasa tersiksa dengan segala rasa yang tengah terjadi padamu. Dan sialnya, hanya kehadirannya sajalah yang mampu mengobatinya.

Saat ini tlah tumbuh satu dua ranting kecil di pohon cintamu. Meski masih rapuh, itu terasa begitu menyiksa batinmu. Bukankah ini yang dinamakan cinta? Satu cinta yang mulai tumbuh di hatimu.
“ Bukanlah ini yang dinamakan cinta? Saat mulai kau rasa gelisah itu di hatimu, saat tak hadirnya ia di hadapmu dan atau mungkin hadir hanya di dunia hayalmu”
Search :
Online : 1 user
Hari ini : 1 user
Bulan ini : 1 user
Total : 483 Visitor
  • Browser : Mozilla/5.0
  • IP : 216.73.216.48
  • Country : United States
  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
    Free Automatic Google Backlinks - SEO