Translate This Page...
uisi Cinta 5
Satu saat satu waktu
Mungkin hanya waktu Yang bisa memberi celah dalam risauku Memberi kedamaian Memberi kepastian tentang kenyataan Yang jauh di lubuk hatiku

Satu saat… Satu waktu...
Saatku mulai mengerti
Maafkan aku yang terdiam Menatap langit melupa engkau Namun kini aku mengerti Indah cahaya yang tumbuh di hati

Maafkan aku yang tlah hanyut Dalam peluk buai rembulan Hingga aku menepikanmu Penjarakan hati yang mencintaimu

Namun kini ku mengerti Betapa aku butuhkanmu Dalam lelap… Dalam nyataku...
Ku kan tetap disini
Hapuslah sudah air matamu Karena kini ada ku disisimu Biarkan lara itu berada di relung hatimu Jika kau belum mampu menepikannya

Tapi genggamlah jemariku Dan menangislah di pundakku Karena ku kan tetap disini Hingga tangis itu kan terhenti
Saatku mulai mengerti
Maafkan aku yang terdiam Menatap langit melupa engkau Namun kini aku mengerti Indah cahaya yang tumbuh di hati

Namun kini ku mengerti Betapa aku butuhkanmu Dalam lelap… Dalam nyataku...
Satu saat
Satu saat Mungkin ku kan melepaskanmu Jauh dari hangatnya pelukanku Bukan karena ku lelah mencintaimu Bukan karena ku lelah mendekapmu Tapi saat ku sadar, Kau lebih bahagia Saat tak lagi di sampingku
Saat ku meninggalkanmu
Saat ku meninggalkanmu Entah menjauh Atau bersembunyi Di balik belukar rimbunnya hati Jangan pernah kau sesali Segala apa yang telah terjadi Meski ku tahu hatimu perih Tetaplah tersenyum Meski ku tahu hatimu perih Dan ingin rasanya kau menangis Karena kan kau temukan lagi Cinta di aku-aku yang lain Yang terserak diantara kepingan- kepingan hati yang lain
Seberkas pelangi pagi
Aku adalah merpati yang terbang Mengintari taman penuh bunga Bersama angin aku menatap Bersama awan aku merayap Bersama langit Bersama seberkas pelangi pagi

Aku mencari hati yang teduh Tempat bersandar hati yang rapuh Yang mampu memberiku tenang Hingga aku tak lagi terbang

Aku tahu ia tak menatapku Aku tahu ia tak menolehku Namun aku kan tetap disini Menulis puisi Menanti hati Bersama seberkas pelangi pagi
Tentang masa lalu
Masa lalu adalah hayalku Masa lalu adalah rinduku Hayalan tentang inginku Hayalan tentang kasihku Dan hayalan tentang keindahanku

Aku menari diantara mimpi dan pasti Membawaku terbang dan tak kembali Jiwaku rapuh Hatiku luruh Melepuh bersama rasa dan hati

Mungkinkah masa lalu kembali memelukku? Memeluk erat tak melepasku? Ataukah masa lalu hanya menggodaku? Tuk lukai lagi hati kekasihku?
Haruskah
Haruskah ku musnahkan segala rasa ini Sedangkan ku tahu Kau takkan sendiri lagi Ada cinta yang tengah memlukmu Ada hati yang setia menjagamu

Haruskah ku kubur segala cinta ini Sedangkan ia mulai mekar Dan aku sadar tak kuasa Tuk melihatnya layu meski sejenak

Ataukah tetap ku coba bangun Satu rumah kecil di hatimu Sedangkan ku harus hancurkan Satu istana indah Yang tlah kau bangun bersamanya
Dalam sepi
Tersiksaku dalam sepi ini Hanya bersandar pada langit yang sunyi Tanpamu Tanpa suara dari hatimu

Desir angina menusuk sendi-sendi tulangku Membawa dingin Menerbangkanku ke dunia tanpamu
Satu tempat di hatimu
Cinta… Sisihkan satu tempat di hatimu Tuk tempat labuhkan harapku Meski seluas tetes embun Kan ku singgahi semampuku Kan ku jaga sepenuh hati Meski ku berbasuh peluh Takkan pernah ku berkeluh Karena ku akui Itu tersa cukup bagiku
Malam merindumu
Ku tatap jutaan bintang Di hamparan langit yang menghitam Terang… Dan dadaku bergetar Seulas senyummu menyapaku Sungguh menyejukanku

Bungaku… Ku merindukanmu...
I love you
Indahnya kata-katamu yang terucap Luluhkan hatiku yaqng tertegun Oleh masa lalu yang terkoyak Virus luka cinta yang menyayat Entah apa yang ku rasa Yakinku tentangmu begitu indah Oleh bintang ia bisikkan Untukmu hatiku kuserahkan
Tak nyatamu di hatiku


Ku coba mencari cintanya di hatiku Diantara serpihan-serpihan rasaku Diantara kepingan-kepingan jiwaku Tapi tak jua ku temukan jawabnya

Mungkinkah aku memang tak mencintainya? Atau aku yang enggan tuk mencintainya?

Kembali ku coba menipu hatiku Bahwa aku mencintaimu Bahwa aku mengharapmu Tapi tak jua aku mampu

Sungguh… Kau tak ada di hatiku Kau tak nyata di dadaku
Kan ada cinta yang lain
Jika cinta tlah sematkan luka Di jauh lubuk hatimu Tenanglah… Takkan selamanya kau terus sendiri Merenung dalam perih Karena kan ada cinta yang lain Yang sedang menantimu

Takkan berhenti langit membiru Tawarkan keindahan di matamu Mengapa kau sampai bisa berfikir Bahwa semua tlah berakhir Menjauh dan menepikanmu

Takkan redeup bintang bersinar Hiasi gelap dan sunyinya malam Tetaplah tegakkan wajahmu Basuh segala air matamu Karena ada cinta lain yang menantimu Dengan setia Meski terkadang malu-malu
Cintalah milikmu
Cinta takkan pernah mau mengerti Merah hitamnya kekasihmu Sehingga kau tetap bisa tersenyum, Ia kan tetap ada bersamamu

Biarkan saja langit mengolokmu Biarkan saja lautan mengutukmu Karena saat cinta memelukmu, Damailah yang kan menjagamu

Percayalah pada cintamu Sepertinya yang mempercayaimu Dan katakana pada mereka, Cintalah milikmu
Search :
Online : 1 user
Hari ini : 2 user
Bulan ini : 2 user
Total : 476 Visitor
  • Browser : Mozilla/5.0
  • IP : 216.73.216.48
  • Country : United States
  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
    Free Automatic Google Backlinks - SEO

    Duck hunt