The Soda Pop


Translate This Page...
uisi Cinta 6
Kau yang tak tersentuh
Kucoba goreskan pena Tuk curahkan segala rasaku Kecantikanmu tak jua ku sanggup Lukiskan dengan kata-kataku Sungguh, ku tak mampu melukisnya

Kucoba kembali goreskan pena Tuk tuangkan segala asaku Keanggunan sikapmu tak jua ku mampu Torehkan dengan puisi-puisi indahku Sungguh, aku lemah dengan kataku

Kaulah bidadari dari taman surgaku Dan tak ada satu katapun Yang mampu menyentuhmu
Penawar rindu
Tatapmu… Adalah keteduhan hatiku Senyummu… Adalah kesejukan tuk jiwaku Sentuhmu… Adalah kedamaian hariku Pelukmu… Adalah penawar segala rinduku
Setia menanti
Tataplah cahaya yang ada di hadapmu Melangkahlah Kan kau temukan aku disana Yang masih setia Berdiri Menanti Kedatanganmu kembali
Keraguan ini
Pernah terbesit ragu di hati ini Pertanyakan tentang cintamu Karena sering ku temukan Ada keraguan di matamu

Mungkinkah hanya perasaanku Yang begitu takut tuk kehilanganmu Ataukah hanya perasaanku Yang terus dibayangi tentang rasa sayangku Yang begitu sangat kepadamu
Tentang keindahan
Mataku lekat menatapnya Seberkas sinar memancar dari bening Bola matanya Menyilaukanku Menggodaku tuk memuji segala keindahannya

Senyumnya merayuku Membawaku melayang tinggi Hingga ke dasar nirwana’ Tawanya menghangatkanku Membuaiku dalam sepiku Hingga aku tertidur lelap Dan enggan tuk tersadar lagi

Keindahannya… Kesahajaannya… Sungguh-sungguh menyejukanku
Aku sayang kamu
Ada ketakutan yang terus menggodaku Ketakutan untuk kehilanganmu Untuk saat ini, esok dan seterusnya

Seperti gurun sahara yang terhampar Aku begitu gersang tanpamu Yang kurasa hanya sepi Anganku terasa kosong Nyawaku terasa tlah terhenti Gelisahlah yang temaniku

Karena ku begitu butuhkanmu Andai kau mengerti itu Mampukah ku tetap pertahankanmu Untuk tetap ada di sisiku
Tak kuasaku
Aku tak kuasa Melihatmu menatapnya dengan cinta Kau genggam jemarinya dengan hangat Penuh kasih Penuh arti

Aku tak kuasa Tuk tetap berdiri dan menatapmu Kau usap peluh yang basahi keningnya Kau belay mesra rambut hitamnya Dengan indah Dengan cinta

Sungguh, Ku tak kuasa tuk menatapnya
Bungaku
Bungaku, Maafkan tentang kerapuhanku Yang tak jua hadiahkan Kebahagiaan di hatimu

Aku yang hanya mampu lukai hati Dengan ucap laku bodohku Sungguh aku malu Tuk ungkapkan katqa Bahwa aku menyayangimu

Bungaku, Masih terbuka lebarkah Pintu maaf itu untukku Sepertiku yang terus mencoba Tuk lekatkan senyum di bibir manismu
Sayangiku semampumu
Cintailah aku sebisamu Saat ada dan tiadaku Saat kuat dan rapuhku Sepertiku yang tlah mengerti Kesempurnaan hanyalah milik ilahi

Sayangilah aku semampumu Saat tawa dan tangismu Saat sadar dan lelapmu Sepertiku yang mulai pahami Keabadianpun hanya milik ilahi
Jika
Jika satu saat kau lukai hatiku Kan ku cintai kamu Dengan sisa-sisa kepingan hatiku Meski ku perih Meski ku hanya kan menangis
Mencintaimu
Mencintaimu, Ku hanya butuh hembuskan nafas Yang masih ada di dadaku Dan melupakanmu, Ku hanya butuh hentikan nafas Yang tersisa di dadaku
Kaulah penghiburku
Kau tlah buatku tertawa Meski hati ini tengah terluka Kau tlah buatku tersenyum Meski mata ini tetap berkaca

Kaulah penghibur hatiku Kaulah penjaga rasaku Lalu, Mengapa ku harus tinggalkanmu?
Ku Cintai
Kan ku cintai kau apa adanya Seperti awan yang meneduhkanmu Dari teriknya surya itu

Kan ku sayangi kau apa adanya Seperti rembulan yang selimutimu Di malam-malam tidurmu
Saat kau mulai jauh
Mengertikah kamu, Dengan mata ini yang slalu menatapmu Meski dari jauh Yang slalu berharap Ku mampu menyentuhmu Dengan jemari-jemari kecilku

Sadarkah kamu Dengan langkah kecilku Yang slalu berusaha dekatimu Meski perlahan Berbalut ragu Hingga kusadari Bahwa kau semakin jauh
Jangan pernah berubah
Jangan pernah berubah Tuk tak mencintaiku lagi Meski kau hanya mencobanya Jangan pernah!

Karena nafasku kan terhenti Jantungku takkan berdetak lagi Dan mataku Kan terus tertutup Dan takkan terbuka lagi
Akan tiba saatnya
Akankah tiba saatnya Ku lepaskan resah jiwaku Ku temukan tempat teduh Tuk lepaskan rasa lelahku Kudapatkan hangatnya pelukan cinta di dadaku Ku temukan cinta sejatiku
Kemarahanku
Kemarahanku Bukanlah karena tlah hilang Rasa cinta di hati ini Tapi, Karena semakin dalamlah rasa itu Hadir dan singgah di dadaku Sehingga ku tak ingin kau salah Salam menempuh jalanmu
Sebening cinta
Tataplah awan yang berarak Hitunglah, Sebanyak itulah aku menyayangimu Tarik nafas dan hembuskanlah Rasakan Setenang itulah ku kan terus ada di sisimu Menjagamu Dengan hati sebening cinta
Gelas-gelas kaca
Gelas-gelas kaca Berdenting berirama Nyanyikan lagu-lagu cinta Tentang rindu dan setia Dengarkan Dan rasakan keindahannya Sehingga kau temukan dalami jauh selimuti galau
Pergi
Tak ada lagi kata yang mampu terucap Semua terasa tlah hilang Melebur bersama angin Dan terbang ke alam hayal

Tak ada lagi cinta yang tersisa Semua tlah menjadi luka Luka yang begitu jauh terdampar Dalam hati yang kini mulai merapuh

Kini kau tlah pergi’ Tinggalkan cinta dan mimpi Jauh.. Hingga takkan pernah mampu kembali
Diantara bunga
Dan diantara bunga Tak kutemukan aroma wewangi selain darimu Sungguh Kau tlah hanyutkanku Dalam pusaran cinta yang terindah

Dan diantara bunga Tak kutemukan warna-warna keindahan selain darimu Sungguh Aku semakin hanyut dalam cintamu Hingga jauh tinggalkan sadarku

Dan diantara bunga Tak ada yang memiliki duri tertajam selain dirimu Sungguh Luka ini kurasa sangat dalam Menghujam jantungku Remukkan mimpiku Hingga jauh tinggalkan teguhku
Search :
Online : 1 user
Hari ini : 1 user
Bulan ini : 1 user
Total : 514 Visitor
  • Browser : Mozilla/5.0
  • IP : 216.73.216.48
  • Country : United States
  • SEO Stats powered by MyPagerank.Net
    Free Automatic Google Backlinks - SEO